Yuk Belajar Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh



Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh (Dokumentasi pribadi)
Apa sih pentingnya bisa mengenali bahasa tubuh?. Menurut saya simplenya,  dengan mengetahui bahasa tubuh seseorang kita dimungkinkan untuk berkomunikasi secara tepat dihadapan orang tersebut. Apabila komunikasi kita sudah tepat maka bisa saja kita mendapatkan peluang di depan mata. Peluang yang dimaksud disini bisa berarti beraneka ragam, misalnya peluang bisnis dalam negosiasi, peluang menyeleseikan sebuah kasus, peluang memperbaiki hubungan, peluang menyelamatkan diri dan peluang-peluang lainnya.
Salah satu buku yang saya baca yaitu Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh karya Dianata Eka Putra (Praktisi Pemasaran dan Penulis Buku Motivasi). Didalam buku ini anda akan disuguhi dengan berbagai materi dari komunikasi secara non verbal atau bahasa tubuh. Dalam komunikasi ada tiga hal penting yang perlu kita ketahui. Tiga hal itu yaitu, verbal (kata-kata), vokal (nada suara) dan visual (bahasa tubuh).  Buku ini khusus membahas tentang perilaku non verbal yang meliputi vokal dan visual atau nada suara (intonasi) dan bahasa tubuh.

Disini saya akan menceritakan sedikit tentang bahasa tubuh saat orang berbohong yang dibahas pada bagian pertama. Bahasa tubuh ini diteliti oleh pakar komunikasi nonverbal secara umum sehingga tidak mengacu pada kebudayaan atau kepercayaan tertentu atau bahkan kelainan saraf tertentu. Sehingga tidak bisa anda telan mentah-mentah dan dipraktekkan di lingkungan anda tanpa mengetahui budaya, agama dan lingkungan yang menyertainya. Namun tidak ada salahnya pengetahuan ini anda terima sebagai suatu ilmu yang mungkin saja bisa anda sesuaikan dengan lingkungan anda.
Tanda-tanda orang berbohong secara umum dapat diketahui sebagai berikut.
1.       Menutup mulut dan terbatuk
2.       Menyentuh hidung
3.       Memalingkan pendangan, menggosok mata dan jumlah kedipan
4.       Memalingkan wajah
5.       Menggaruk leher
6.       Perubahan nada suara
Mengapa terjadi tanda-tanda tersebut, secara fisiologis dan secara psikologis diterangkan di dalam buku tersebut. Ada baiknya anda membaca sendiri agar lebih mendapatkan isi secara utuh tentang apa penyebabnya. Buku ini direkomendasikan untuk anda dalam berbagai lingkup pekerjaan. Namun sekali lagi saya ingatkan bahwa ini bersifat universal sehingga anda sendirilah yang harus menyesuaikannya dengan kebudayaan dan lingkungan anda serta kelainan saraf yang mungkin anda temui. Selamat Membacaaa…..

Artikel Media Kita Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top